Minggu, 2 April 2023

Atasi Banjir, Pemkot Bandung Perbanyak Biopori hingga Drumpori

- Senin, 6 Februari 2023 | 21:27 WIB
WAWANCARA: Pemkot mengajak warga Bandung untuk memperbanyak titik resapan air. (Diskominfo Bandung)
WAWANCARA: Pemkot mengajak warga Bandung untuk memperbanyak titik resapan air. (Diskominfo Bandung)



RBG.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengajak warga Bandung untuk memperbanyak titik resapan air. Hal itu guna meminimalisir banjir sekaligus mengantisipasi krisis muka air tanah.

"Kita wajib menjaga bersama. Oleh karenanya program menabung air dilakukan secara masif. Baik itu kolam retensi, biopori, hingga drum pori," kata Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Senin (6/2/2023).

Ia mencontohkan, seperti drum pori dapat menampung 200 liter air. Sehingga mampu menampung air ketika musim hujan. Sedangkan saat musim kemarau air bisa dimanfaatkan dan tidak terjadi kekeringan.

"Pada drum pori tentunya air hujan masuk ke area rumah, jadi selama musim hujan itu kita tabung. Ketika musim kemarau, pasti digunakan sumber air," kata Yana.

Ajakan itu juga sebagai respon terhadap penelitian yang dirilis oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral beberapa waktu lalu. Dalam hasil penelitian, kondisi muka air tanah di kawasan Bandung raya dinyatakan krisis dengan kedalaman mencapai 40 sampai 60 meter di bawah muka tanah.

"Tentunya bentuk muka tanah di Kota Bandung itu cekungan. Maka untuk menjaga muka itu, harus resapan air di hulu," imbuhnya.

Sebab itu, Yana mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keberlangsungan lingkungan dan mencegah pendakapan muka air tanah tersebut. Ia menyebut salah satu wilayah yang penting untuk dijaga dan dibuatkan resapan air yaitu Gedebage.

"Karena kawasan Gedebage itu mangkoknya (cekungan), kita penting menjaga resapan air. Intinya menabung air, minimal di masing-masing rumah," ucapnya Yana. (sir/b)

Cara Membuat Drumpori
1. Pertama, tentu harus menyiap drumnya. Lepaskan bagian atas drum dan lubangi sisi-sisi drumnya.

2. Selanjutnya, buat tutup untuk drum dengan berbahan betok. Tapi, jangan lupa dibuat beberapa lubang agar lubang itu jadi tempat masuknya air ke dalam drum.

3. Berikutnya, gali tanah disesuaikan dengan ukuran drum.

4. Jangan dibuat pas, usahakan diameter tanah yang digali dilebihkan 10 sentimeter ke samping.

5. Bagian kosong di luar drum itu kemudian diisi dengan batuan-batuan kecil.

6. Selanjutnya, gunakan beton yang sudah dibuat untuk menutup bagian atas drum.

Halaman:

Editor: Piet Ardyan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X