Selasa, 21 Maret 2023

Warga Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Geruduk Kantor Desa Padabeunghar, Ini Penyebabnya!

- Rabu, 18 Januari 2023 | 21:09 WIB
Warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat bermusyawarah untuk mencari solusi dampak akibat bencana alam. (Dendi/Radar Sukabumi)
Warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat bermusyawarah untuk mencari solusi dampak akibat bencana alam. (Dendi/Radar Sukabumi)

RBG.ID, SUKABUMI - Puluhan warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menggeruduk kantor Desa Padabeunghar, Rabu (18/01/2023).  

Kedatangannya warga Jampang Tengah itu, untuk bermusyawarah bersama pemerintah desa dan para pengusaha. Hal itu untuk mencari solusi terkait dampak bencana longsor dan banjir yang menerjang di Kampung Sungapan, Kedusunan Panyindangan, Desa Padabeunghar.

Ketua Karang Taruna Desa Padabeunghar Kecamatan Jampang Tengah, Risdi Pramesta mengatakan, kedatangan warga ke kantor desa ini merupakan yang kedua kalinya untuk mengetuk mengetuk pintu hati para pengusaha.

Baca Juga: Sekda: Bencana Longsor di Pasir Datar Harus Ada Kajian

"Di wilayah Desa Padabeunghar Jampang Tengah ini, merupakan daerah industri. Jadi berdasarkan data yang ada di wilayah ini, ada sekitar 40 perusahaan mulai dari bidang tambang, peternakan, dan lainnya yang beroperasi di wilayah ini. Nah, diharapkan mereka dapat mengulurkan bantuannya terkait bencana alam ini," kata Risdi, Rabu (28/01/2023).

Ia menjelaskan, bencana tanah longsor dan banjir dari luapan sungai Cimandiri ini, telah berdampak buruk terhadap lahan persawahan warga. Seperti merusak saluran irigasi Leuwi Masbar sepanjang 150 meter dan mengancam sekitar 9 rumah penduduk.

Menurutnya, jika tidak segera ditanggulangi warga merasa khawatir abrasi dari sungai Cimandiri itu, dapat mengancam atau merusak badan jalan.

Baca Juga: Jalan Penghubung Antar Kampung di Simpenan Terputus Digerus Longsor

"Kalau ini, terjadi tentunya warga di Kampung Sunggapan, Kedusunan Panyindangan akan terisolir," jelasnya.  

Lanjut Risdi, pemerintah Desa Padabeunghar sudah berulang kali mengajukan bantuan kepada sejumlah dinas terkait yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Termasuk PSDA Provinsi Jawa Barat, tetapi hingga saat ini belum ada solusi.

"Maka kita berharap pembangunan itu ada bantuan dari pengusaha, karena membutuhkan uang banyak dengan taksiran sekitar Rp800 juta. Karena, erosi dan banjir itu kondisinya sekarang semakin meluas," ungkapnya.

Baca Juga: Pondasi Rumah Usep di Cikembar Ambruk Tergerus Longsor

Sementara itu, Camat Jampang Tengah, Unang Suryana menambahkan, hasil audiensi warga bersama para pengusaha di wilayah Desa Padabeunghar ini, sudah ada titik temu atau kesepakatan bersama yang selama ini miskomunikasi.

"Alhamdulillah, kesimpulannya semua sudah sepakat dan dalam waktu dekat ini, warga akan menuntut atau memohon agar secepatnya ada pembangunan perbaikan irigasi yang rusak akibat diterjang banjir dan longsor itu," cetusnya.

Bahkan, saat ini ada alat berat berupa excavator dua unit berikut operatornya yang akan dipinjamkan dari perusahaan kepada warga untuk menanggulangi bencana alam tersebut.

Baca Juga: Alat Berat Milik Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Sapu Bersih Material Longsor di Cidadap dan Cibuntu

"Saya kira untuk membeli BBM selama satu hari cukup karena ada uangnya yah. Jadi saya mengira dalam waktu dekat ini mulai pengerjaan untuk normalisasi pada sungai di saluran irigasi itu," tandasnya. (Den).

Editor: Garis NB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ngeri! Siswa SD di Sukabumi Tewas Dibacok Anak SMP

Selasa, 7 Maret 2023 | 09:32 WIB

Pergi ke Sawah, Warga Sukabumi Hilang Misterius

Jumat, 17 Februari 2023 | 10:04 WIB

Inilah 16 Tol yang Dioperasikan Saat Lebaran 2023

Jumat, 10 Februari 2023 | 10:47 WIB
X