Selama masa baktinya yang singkat tersebut, ia memimpin Indonesia dalam delapan pertandingan internasional dengan torehan statistik tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Meski sempat memberikan warna baru dan harapan besar bagi transisi gaya main Indonesia, perjalanan Kluivert bersama Merah Putih harus berakhir setelah dirinya dipecat menyusul kegagalan meloloskan Timnas Indonesia ke putaran final Piala Dunia 2026.
Walau perpisahan tersebut diwarnai dengan kekecewaan secara prestasi, rasa hormat publik terhadap dedikasinya tetap terjaga, menjadikan laga April mendatang sebagai momen reuni yang manis.
Pertandingan Clash of Legends antara Barcelona vs DRX World Legends di SUGBK ini dipandang lebih dari sekadar laga hiburan biasa.
Duel ini menjadi panggung langka bagi para penggemar untuk melihat kembali sentuhan-sentuhan magis dari para pemain yang telah memenangkan segalanya di dunia sepak bola.***
Artikel Terkait
Istora Siap Bergemuruh! Polytron Indonesia Open 2026 Kembali Hadir dengan Konsep 'Pesta Rakyat’ Juni Mendatang
Misi Bangkit Garuda Pertiwi, Timnas Putri Indonesia Tantang Kaledonia Baru demi Peringkat Ketiga FIFA Series 2026
Siap Ngistora Lagi? PBSI Rilis Daftar Harga Tiket Polytron Indonesia Open 2026, Mulai dari Rp 40 Ribu
Tutup FIFA Womens Series dengan Hasil Manis, PSSI Bantah Isu Pemecatan Coach Mochi dari Kursi Kepelatihan
Langkah Berani Garuda Pertiwi: Indonesia dan Prancis Berkolaborasi Lewat Program "Next Goal"