“Menerima situasi ini sangat sulit. Tetapi sekarang saya telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan,” ujar Axelsen.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keputusannya ini juga didasari oleh keinginan untuk tetap sehat secara fungsional dalam jangka panjang.
Meskipun hasratnya untuk berkompetisi masih sangat besar, ia menyadari bahwa memaksakan diri hanya akan berakibat fatal bagi kondisi fisiknya di masa tua.
“Saya memberikan segalanya untuk bulu tangkis dan bulu tangkis telah memberikan segalanya kembali kepada saya,” tambahnya sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap olahraga yang telah membesarkan namanya.
Kiprah terakhir Viktor Axelsen di kalender resmi BWF tercatat pada gelaran French Open yang berlangsung 21-26 Oktober 2025.
Dalam turnamen tersebut, Axelsen harus mengakui keunggulan kompatriotnya, Anders Antonsen, di babak perempat final.
Kekalahan tersebut kini resmi menjadi laga penutup dalam buku sejarah perjalanan karier Axelsen yang sangat impresif.
Sepanjang karier profesionalnya, Axelsen telah menorehkan tinta emas yang sulit disamai, termasuk dominasi panjang sebagai peringkat satu dunia, dua gelar Juara Dunia, dan puncaknya adalah medali emas Olimpiade.
Ia dikenal sebagai pemain yang mengubah peta kekuatan bulu tangkis tunggal putra melalui kombinasi postur tubuh yang jangkung, jangkauan luas, serta ketenangan mental di atas lapangan.
Meski tidak akan lagi terlihat bertanding di turnamen kompetitif, Axelsen menegaskan bahwa ia tidak akan benar-benar meninggalkan dunia yang ia cintai.
Dirinya berencana untuk tetap berkecimpung di dunia bulu tangkis melalui peran lain di luar lapangan, guna menyalurkan pengalaman dan pengetahuannya bagi generasi penerus.
“Ini bukan hanya sekadar karier bagi saya, ini adalah hidup saya dan saya telah melakukan segala upaya,” pungkas pebulu tangkis legendaris asal Denmark tersebut.
Kepergian Axelsen dari dunia tepok bulu meninggalkan lubang besar di sektor tunggal putra.
Artikel Terkait
Akhiri Masa Sulit "Paspoortgate", Dean James Luapkan Kekesalan Terhadap Laporan NAC Breda
Kurniawan Dwi Yulianto Ungkap Peran Pelatih Timnas Senior di Balik Kemenangan Telak Indonesia atas Timor Leste di Ajang Piala AFF U-17
Transformasi Futsal Indonesia, Benny Hera Puji Tangan Dingin Hector Souto sebagai Juru Taktik Skuad Garuda
Istora Siap Bergemuruh! Polytron Indonesia Open 2026 Kembali Hadir dengan Konsep 'Pesta Rakyat’ Juni Mendatang
Siap Ngistora Lagi? PBSI Rilis Daftar Harga Tiket Polytron Indonesia Open 2026, Mulai dari Rp 40 Ribu