Sabtu, 18 April 2026

Hapus Stigma "Orang Dekat", Sekda Kabupaten Bogor Tekankan Meritokrasi dan Inisiatif bagi Peserta PKA

- Kamis, 16 April 2026 | 06:59 WIB
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekda menekankan pentingnya perubahan mindset ASN dari pola kerja pasif menjadi inisiator yang adaptif.  (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekda menekankan pentingnya perubahan mindset ASN dari pola kerja pasif menjadi inisiator yang adaptif. (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)

RBG.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat kualitas birokrasi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tingkat manajerial.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan di kawasan Megamendung pada Selasa, 14 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ajat membawa pesan kuat dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengenai urgensi transformasi pola kerja aparatur sipil negara (ASN) yang harus lebih progresif dan berorientasi pada hasil nyata.

Baca Juga: Sekda Kabupaten Bogor Apresiasi Langkah Cepat Rencana Kerja DPRD TA 2027

Agenda PKA ini dipandang bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah investasi strategis pemerintah daerah untuk mencetak pemimpin masa depan yang tangguh. 

Sekda Ajat mengingatkan para peserta bahwa tantangan pelayanan publik ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan komitmen penuh dari setiap individu untuk menyerap ilmu kepemimpinan yang diberikan selama pelatihan.

Salah satu poin paling krusial yang disampaikan oleh Sekda Ajat adalah mengenai perubahan mendasar dalam sistem pengembangan karier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. 

Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto, penilaian kinerja tidak lagi dipengaruhi oleh faktor subjektivitas atau kedekatan personal dengan pimpinan.

Baca Juga: Tindak Tegas Oknum ASN, Pemkab Bogor Limpahkan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ke Aparat Penegak Hukum

Transformasi ini bertujuan untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat di antara para pejabat administrator agar terus berinovasi.

“Tidak ada lagi istilah orang dekat. Semua diukur dari kinerja. Siapapun bisa maju selama memiliki kemampuan,” jelas Ajat Rochmat Jatnika di hadapan para peserta pelatihan.

Penerapan meritokrasi ini diharapkan dapat memotivasi seluruh ASN untuk fokus pada pencapaian target kerja dan pengembangan kompetensi diri.

Baca Juga: Siap Ngistora Lagi? PBSI Rilis Daftar Harga Tiket Polytron Indonesia Open 2026, Mulai dari Rp 40 Ribu

Dengan sistem yang adil dan transparan, setiap pejabat memiliki peluang yang sama untuk menempati posisi strategis selama mereka mampu membuktikan dedikasi dan kualitas kepemimpinannya di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X