“Kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis dan Kedutaan Besar Prancis menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan pemain, pelatih, dan tata kelola sepak bola di Indonesia," sambungnya.
Harapan besar pun digantungkan pada program ini, agar di masa depan, Indonesia tidak lagi kekurangan stok pemain berkualitas yang siap bersaing di kancah global.
"Semoga akan lahir talenta-talenta baru yang mempercepat kemajuan sepak bola putri Indonesia yang berkelanjutan,” tutur Erick Thohir.
Program Next Goal sendiri merupakan evolusi dari inisiatif Bola d’Or Indonesia yang telah diperkenalkan pada tahun 2024.
Baca Juga: Sikat Praktik Pungli, Pemkab dan Polres Bogor Bentuk Tim Khusus Lintas Instansi
Jika sebelumnya fokus utama terletak pada beasiswa, kini cakupannya meluas secara masif dengan target mencapai lebih dari 500 peserta langsung.
Program ini membedah sepak bola ke dalam tiga pilar utama: pengembangan pemain, peningkatan kualitas pelatih, serta manajemen dan hukum olahraga.
Pada level pemain, sebanyak 400 bibit muda putri berusia 7 hingga 12 tahun akan dilibatkan dalam Grassroots Festival yang tersebar di berbagai wilayah.
Sementara itu, 19 pemain pilihan dari tim nasional U-17 putri akan mendapatkan kesempatan emas mengikuti pemusatan latihan intensif di bawah komando pelatih-pelatih ahli asal Prancis.
Tidak hanya pemain, kualitas "arsitek" di pinggir lapangan juga menjadi perhatian serius. Sekitar 60 pelatih lokal akan mendapatkan pelatihan metodologi modern di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, lima pelatih terpilih akan diterbangkan ke Prancis untuk mengikuti program imersif guna mempelajari pedagogi inklusif yang menjadi kunci sukses sepak bola Eropa.
Aspek manajemen pun tidak luput dari pembenahan. Sebanyak 25 perempuan yang berkecimpung di dunia olahraga akan mengikuti program kepemimpinan dan tata kelola di Jakarta.
Mereka dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak di balik layar, mengurusi segala hal mulai dari hukum olahraga hingga pengembangan ekosistem kompetisi putri yang lebih profesional.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kota Bandung akan menjadi tuan rumah klinik pelatihan dan lokakarya manajemen olahraga pada 11 hingga 12 April 2026.