Selasa, 7 Februari 2023

Kasus Korupsi Lahan di Limo Depok, Tim JPU Segera Siapkan Surat Dakwaan

- Rabu, 25 Januari 2023 | 23:22 WIB
DIPERIKSA: Jaksa sedang memeriksa tersangka dugaan korupsi pembelian lahan di Kecamatan Limo, Kota Depok yang dilakukan PT APR. FOTO: KEJAGUNG FOR RADAR DEPOK
DIPERIKSA: Jaksa sedang memeriksa tersangka dugaan korupsi pembelian lahan di Kecamatan Limo, Kota Depok yang dilakukan PT APR. FOTO: KEJAGUNG FOR RADAR DEPOK

RBG.id, DEPOK – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Agung menyerahkan lima tersangka, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.

Ke lima tersangka diduga telah melakukan korupsi atas pembelian lahan di Limo Kota Depok. PT Adhi Persada Realti (APR) pada tahun 2012 sampai dengan 2013 yang membeli lahan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp60.262.194.850.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejagung, Ketut Sumedana mengatakan, adapun lima berkas perkara masing-masing antara lain tersangka SU, dilaksanakan Tahap II di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, tersangka NFH, dilaksanakan Tahap II di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Tersangka FF, dilaksanakan Tahap II di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, tersangka ARS dilaksanakan Tahap II di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan tersangka VSH, dilaksanakan Tahap II di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Jakarta Timur.

“Semua berkas tahap II sudah dilimpahkan tanggungjawab ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ungkap Kapuspen Kejagung, Ketut Sumedana kepada Harian Radar Depok (grup RBG.id), Senin (23/1).

Sebelumnya, pada 16 Januari 2023, berkas perkara tersangka SU, tersangka NFH, tersangka FF, tersangka ARS, dan tersangka VSH telah dinyatakan lengkap secara formil dan materiil. Selanjutnya, terhadap para tersangka dilakukan penahanan oleh Penuntut Umum selama 20 hari terhitung 18 Januari 2023 s/d 6 Februari 2023.

Tersangka SU, NFH, FF dan ARS dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sementara tersangka VSH dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Jakarta Timur.

Perbuatan para tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah. Dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsidair Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Setelah serah terima tanggung jawab dan barang bukti, Tim Jaksa Penuntut Umum akan segera mempersiapkan surat dakwaan untuk kelengkapan pelimpahan kelima berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tutup dia. (dra/rd)

Halaman:

Editor: Mohammad Agung HR

Tags

Terkini

Dinkes Depok Vaksin 1.090 Warga di Balai Kota Depok

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:51 WIB

Rubuh Sebuah Tiang BTS di Depok, Inilah Penyebabnya

Senin, 6 Februari 2023 | 10:34 WIB
X