Pemerintah desa dan kecamatan juga diminta aktif melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan di wilayah mereka masing-masing selama masa tanggap darurat berlangsung.
Jaro Ade menegaskan bahwa jembatan di Desa Gobang memiliki fungsi yang sangat strategis bagi mobilitas harian warga serta kelancaran distribusi logistik antarwilayah.
Oleh karena itu, ia telah memerintahkan dinas terkait untuk segera mengkaji opsi penanganan tercepat.
Rencana yang disiapkan mencakup solusi jangka pendek melalui penanganan darurat agar konektivitas antarwilayah tidak terputus total, serta solusi jangka panjang melalui pembangunan kembali struktur jembatan yang lebih kokoh.
“Kami akan melakukan langkah cepat agar akses masyarakat bisa segera pulih, baik dengan penanganan darurat maupun perencanaan pembangunan jembatan secara permanen,” tambahnya.
Proses perencanaan pembangunan kembali jembatan tersebut akan melibatkan tinjauan teknis yang lebih mendalam untuk memastikan struktur bangunan baru nantinya mampu menahan beban arus air yang ekstrem.
Integrasi perencanaan infrastruktur yang tangguh bencana menjadi prioritas Pemkab Bogor dalam upaya melindungi aset publik di masa mendatang.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Jaro Ade beserta rombongan juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga-keluarga yang terdampak musibah di Desa Gobang.
Penyerahan bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban ekonomi warga yang aktivitasnya terhambat akibat terputusnya akses jembatan tersebut.
Kehadiran langsung Wakil Bupati di tengah lokasi bencana diharapkan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa pemerintah daerah hadir dengan solusi konkret.
“Kami hadir memberikan solusi terbaik bagi masyarakat terdampak, sekaligus mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem,” pungkas Wabup Jaro Ade.
Melalui koordinasi yang intensif antara Pemkab Bogor, DPRD, dan aparat kewilayahan, diharapkan proses normalisasi di Desa Gobang dapat berjalan sesuai target sehingga roda perekonomian masyarakat Rumpin kembali berputar normal tanpa rasa khawatir akan ancaman bencana serupa.***