Ia menilai bahwa area parkir merupakan elemen vital yang sering kali terlupakan dalam pembangunan stadion besar.
Dengan adanya lintasan atletik yang lebih baik serta perbaikan berbagai sarana penunjang, Stadion Pajajaran diproyeksikan akan menjadi jauh lebih representatif dari sebelumnya.
“Tadi saya berikan arahan terkait dengan area parkir. Jadi biar bagaimanapun juga, ke depan ini kan stadion akan lebih representatif, ada lintasan atletik, ada juga berbagai fasilitas dan sarana yang kita perbaiki,” katanya.
Lebih dari sekadar tempat berlatih fisik, Pemkot Bogor berambisi menjadikan kawasan GOR Pajajaran sebagai pusat aktivitas masyarakat yang terintegrasi.
Selain sarana olahraga utama, pengembangan juga diarahkan pada penyediaan fasilitas penunjang yang dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Dedie berharap, kehadiran wajah baru GOR Pajajaran nantinya mampu menjadi magnet bagi warga Bogor dan sekitarnya untuk lebih aktif berolahraga sekaligus berinteraksi sosial.
“Mudah-mudahan ini menjadi magnet baru masyarakat Bogor dan sekitarnya untuk bisa memanfaatkan GOR Pajajaran untuk kegiatan berolahraga,” jelas Dedie.
Visi pengembangan kawasan ini juga menyentuh aspek ekonomi kreatif dan pelayanan. Dalam perencanaan ke depan, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan area kuliner yang tertata, toko suvenir, hingga penyedia perlengkapan olahraga.
Konsep ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana fasilitas olahraga didukung oleh layanan komersial yang memadai sehingga pengunjung mendapatkan pengalaman yang lengkap saat berkunjung.***